Alasan dan Cara Mengedit Post Lama untuk Dapatkan Traffic

Categories: Tips Blogging
20 Comments

Dalam beberapa kesempatan, saya pernah menyebutkan kalau mengedit post lama (editing your old post) itu bermanfaat dalam memberikan traffic ke blog. Dan saya sebenarnya telah menerapkan ini di blog febriyanlukito.com dan mendapatkan peningkatan dalam traffic.

Mengedit post blog lama itu sendiri sebenarnya dianjurkan oleh Google dalam penerapan SEO. Kenapa? Karena mesin pencari seperti Google berharap saat seseorang mencari di mereka, orang itu akan mendapatkan informasi terbaru. Dan kalau diperhatikan, post teratas dalam pencarian itu biasanya menampilkan post yang paling terbaru (dan terlengkap).

Dalam postingan kali ini, saya akan membahas alasan mengedit post lama dan juga bagaimana cara mengedit post lama yang baik – yang SEO friendly.

Alasan Blogger Harus Mengedit Post Lama

Selain yang saya tuliskan di atas, bahwa Google dan mesin pencari lainnya – menghendaki postingan terbaru, ada beberapa alasan kita (blogger) harus mengedit post lama – terutama blog post yang sudah menduduki ranking dalam pencarian.

1. Post Terlalu Bertele-tele

Dalam postingan saya tentang Cara Membuka Blokir Key BCA – saya melakukan update post lama tersebut karena salah satu komentar. Di sana – masih saya tampilkan kok komentarnya – si pemberi komentar mengatakan bahwa:

Kira-kira seperti itu sih. Kalau mau baca lengkapnya seperti apa bisa klik link di atas. Jujur, saat pertama kali membaca komentar itu di email (komentar dimoderasi untuk hindari spam), saya merasa sakit hati. Gak tahu apa itu nulis capek-capek.

Namun…

Saya diam sebentar. Tutup email dan 10 menit kemudian saya baca ulang komentarnya dan juga postingan saya. Dan akhirnya saya publish komentar itu dan mengedit post lama itu. Hasilnya? Well… tulisan lama di blog saya itu salah satu top post dengan source traffic Organic. Yep… termasuk salah satu SEO Friendly.

2. Terlalu Banyak Typo atau Error

Sudah baca tulisan mbak Carra tentang self editing? Kalau kamu gak melakukan self-editing sebelum publish, well… siaplah dengan banyak typo atau grammar – apalagi kalau nulis dalam bahasa asing. Saya sendiri termasuk yang agak kesulitan dalam grammar.

Bergabung dengan BEC sendiri tujuannya untuk memperkuat menulis dalam bahasa Inggris dengan lebih baik. Namun… setelah direview oleh mentor BEC, ada salahnya juga. Entah saya nulis yang bertele-tele (alasan #1 mengedit post lama di atas lagi kan????) atau grammar saya yang salah – karena terbiasa menginggriskan bahasa Indonesia.

Terlalu banyak kesalahan dalam menulis atau error adalah alasan tepat untuk mengedit tulisan lama di blog kamu sekarang juga.

Ah iya… satu lagi. Beberapa kali saya memperhatikan Google Webmaster dan menemukan ada Error 404 – Lihat post di Facebook Page. Nah ketika menemukan error semacam ini, saya selalu biasakan untuk segera menelusuri kenapa bisa salah dan kemudian memperbaikinya.

Namun di samping itu, saya juga membiasakan untuk membaca ulang post dan mengedit post lama itu… yah sekalian aja gitu. Siapa tahu ada yang mau ditambahkan informasinya #ehinialasanberikutnya

3. Menambahkan Informasi atau Mengupdate Informasi Terbaru

Ini yang disebutkan oleh Google dan mesin pencari lainnya seperti Bing, Yahoo, Yandex dan lainnya. Dalam menjaga kualitas tulisan yang muncul di mesin pencari mereka, mereka mengharapkan pembuat konten (kita – blogger), selalu mengupdate informasi.

Simak saja tulisan saya tentang Cara Mendaftarkan Alexa Rank – dalam tulisan itu saya berikan [Update] karena memang ada update informasi yang saya dapatkan. Bahwa per Mei 2016 – Alexa sudah menutup layanan pendaftaran situs atau blog ke Alexa secara gratis – kita harus bayar.

Kenapa saya lakukan?

Karena menurut saya informasi terbaru dari Alexa itu perlu banget diketahui oleh setiap pembaca artikel. Dan saya usahakan selalu menaruh update di awal atau diberikan font berbeda agar pembaca segera memahami kalau itu update dan perlu disimak.

Terus… kenapa gak dihapus aja? Kan sudah gak berlaku lagi isi post itu?

Well… saya pribadi sih sebenarnya sangat enggan menghapus postingan lama – termasuk post yang saya ikut sertakan dalam lomba dan gak menang. Kecuali… yes, kecuali kalau saya merubah struktur blog sekalian.

Dalam kacamata SEO pun, mengedit post lama untuk update informasi itu sangat dianjurkan. Dengan update post lama kita, mesin pencari akan melihat bahwa ada revisi hingga isi dari postingan itu lebih baik untuk masuk di page one Google.

Saya menerapkan ini untuk post Cara Membuat Visa Korea dan berhasil menaikkan ketertarikan pembaca dengan kalimat [Update].

4. Update Terkait Komentar

Beberapa kali ada komentar masuk dalam blog post saya dan memberikan hal-hal yang saya rasakan perlu untuk dimasukkan dalam postingan. Misalnya saja seperti yang saya sebutkan di atas, tulisan tentang keyBCA itu. Dari komentar itulah saya melakukan update.

Ada contoh lainnya adalah di membuat visa korea, di sana ada yang berkomentar memberikan update terakhir dari persyaratan. Seperti kalau sekarang membuat visa Korea itu harus menyertakan SPT Tahunan dan kalau tidak punya, kita harus menyertakan Surat Pernyataan.

Komentar-komentar seperti itulah yang membuat kita harus mengedit post lama dan memberikan update terbaru. Namun ada juga jenis komentar lain yang membuat kita harus mengupdate post. Seperti jika kita melempar sebuah topik dan ada yang berkomentar:

  • Gak paham
  • Maksudnya apa sih tulisan ini?
  • Kalau misalnya kondisinya seperti ini (detailed situation), kira-kira saya harus bagaimana?

Itu hanya contoh ya…. Mengedit post lama atau tidak karena komentar sih kembali ke masing-masing blogger.

5. Memberi Visual Konten

Alasan terakhir mengedit post lama yang saya rasa harus dipertimbangkan oleh setiap blogger adalah menambahkan visual konten yang bagus untuk post. Apalagi kalau kamu habis melakukan pindah blog dari blogspot ke wordpress self hosted seperti saya ini. 😀

Kenapa harus memberi visual konten? Well, seperti dijelaskan dalam gambar ini:

mengedit post lama untuk mendapatkan traffic blog

Alasan kenapa visual konten itu penting dalam blog. Sumber: Ethos3

Bahwa post dengan visual konten memiliki peluang untuk dilihat dan dibaca 94% lebih tinggi dibanding yang tanpa visual konten. Selain itu, otak manusia didesain untuk menikmati visual lebih cepat dibandingkan tulisan.

Mengedit post lama untuk menambahkan visual konten ini beda dengan repurposing post ya… kalau repurpose post itu lebih merubah bentuk tulisan ke dalam bentuk lainnya.

Perhatikan Cara Mengedit Post Lama Ini….

Okay, setelah membaca 5 alasan kita harus mengedit post lama di atas, apakah kamu mau mengedit tulisan kamu? Well, sebelum mengedit, berikut ini saya berikan beberapa hal yang harus diperhatikan ya. Jangan sampai melakukan kesalahan hingga bukannya mendapatkan post yang menghasilkan traffic malah mendapatkan error.

Jangan Mengedit Post Lama Dengan..

1. Mengganti URL

Yes, jangan mengganti url kalau kamu gak siapkan redirection. Kalau di wordpress self hosted seperti ini, mudah menggunakan plugin redirection aja. Tapi kalau di blogspot… well setidaknya dirimu harus menyiapkan halaman Error 404. 

Kenapa mengganti url? Salah satu alasan saya sering lakukan ganti url adalah agar SEO Friendly. Tapi saat saya mengganti url itu, harus siapkan redirection. Jadi kalau ada pembaca datang dengan url post lama akan tetap bisa baca.

Terus kalau di wordpresscom gimana dong? Well, sama seperti di blogspot. Setiap kamu mengganti url, harus siapkan juga halaman error 404 itu.

2. Mengganti Tanggal Publish

Yang biasa saya lakukan dalam mengedit post lama adalah mengganti tanggal publish. Tapi itu hanya boleh kamu lakukan kalau kamu memiliki permalink tanpa tanggal. Seperti dalam post ini. Kalau kamu menggunakan permalink dengan tanggal bulan dan tahun – seperti standard di wordpresscom dan blogspot, jangan mengedit post lama kamu dan merubah tanggal. 

Kenapa?

Karena sama saja dengan mengaktifkan Error 404 kamu. Untuk link post lama yang sudah kamu sebarkan di berbagai sosial media, setiap di klik akan menghasilkan error 404. Dan ini gak bagus untuk SEO. Kecuali kamu menggunakan redirection seperti kamu mengganti url di atas.

3. Mengedit Hampir 90% Tulisan

Iya… jangan mengedit post lama kamu kalau kamu harus mengedit hampir 90% tulisan di postingan lama itu. Daripada update post lama itu, ada baiknya mendingan bikin postingan baru. Jadi delete post lama itu dan bikin yang baru – dengan informasi uptodate.

Kenapa jangan? Well… ini sih pendapat pribadi saya… CAPEK BOK… mengedit post lama itu lebih bikin capek daripada membuat post baru. Dan kamu ngedit hampir keseluruhan post? Well… think again deh.

Mengedit Post Lama Kamu dengan…

Setelah mengetahui yang jangan dilakukan kalau mengedit post lama di atas, berikut ini cara mengedit post lama atau update tulisan lama kamu:

1. Cari Post yang Perlu Diedit

Nah… ini bukan hal mudah. Apalagi kalau jumlah post kamu sudah banyak banget. Mana post lama yang perlu kamu edit atau update? Semuanya? Atau yang tertentu saja?

Well, dalam tulisannya, Hubspot mengatakan ada baiknya mengedit post lama yang merupakan TOP POST di blog. Kenapa? Tujuannya untuk memberi informasi terbaru dari top post itu. Ingat Google dan mesin pencari ingin tulisan yang muncul di halaman pertama mereka itu adalah artikel yang up to date dan bermanfaat. Content is the king…

Dan dengan update post lama yang termasuk TOP POST akan membuat post kita itu semakin up to date dan bisa menaikkan SEO Friendliness blog post kita.

Selain itu, mengedit post lama bisa juga mengambil:

Siapa tahu jadi viral content

2. Menyiapkan Visual Konten

Carilah infografis atau video yang related dan up to date dengan topik yang dibahas. Mengedit post lama bisa banget digunakan untuk menyisipkan visual konten yang up to date. Kalaupun misalnya dalam post itu sendiri sudah ada visual konten yang related, cobalah research.

Mungkin visual konten lain yang lebih up to date dan related ke post itu. Dan akan jadi nilai tambah untuk pembaca tulisan itu. Dan pas memasukkan visual konten – terutama gambar dalam blog post itu, jangan lupakan alt teks image gambar ya…

4. Jangan Melupakan SEO

Kenapa gak sekalian mengedit post lama atau update post dengan menerapkan SEO di blog post? Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui kan jadinya?

Coba perhatikan:

  • Judul mengandung Keywords gak?
  • URL dah SEO Friendly – mengandung keywords dan gak panjang kali lebar?
  • Alt Teks Image gimana?
  • Subheading ada mengandung keywords?
  • Internal linking dan juga external link sudah ada?

Mengedit post lama memungkinkan kita untuk mengecek ulang semua hal di atas – jadi kenapa gak sekalian. Walau beberapa menganggap research keywords itu memusingkan, tapi traffic terbesar dari media online atau situs atau blog ya dari sana kan?

O iya… jangan lupakan juga Meta Description ya…. Mengedit Meta Description memperbesar peluang traffic blog saat mengedit post lama. @tulisanblogger

5. Rapikan Logic Penulisan

Baca ulang, perhatikan beberapa hal berikut saat mengedit post lama kamu:

  1. Ada typo gak?
  2. Grammar nya gimana?
  3. Tulisannya panjang-panjang gak sehingga menyulitkan orang membacanya? Dalam plugin YOAST, kita diberikan tools Readability untuk mengecek apakan tulisan kita mudah dibaca atau gak.
  4. Logis penulisan gimana? Aneh? Atau dah beraturan?

Intinya dari cara mengedit post lama ini adalah kita sekalian proofread.  Mencari typo dan lainnya. Sedangkan untuk logis penulisan, saya selalu menggunakan pakem

Pembukaan, saya biasa memulai dengan ringkasan mengenai apa isi post. Dulu saya gak melakukan ini, tapi langsung aja curhat panjang lebar – makanya tulisan KeyBCA dikomen seperti itu. Tapi belakangan saya mengedit post lama agar lebih logis atau terstruktur.

Isi pokok blog post, saya biasa memisahkan isi blog post dengan Subheading – sekalian menerapkan SEO untuk blog. Dan kalau diperlukan beberapa subheading atau sub dari subheading, ya saya gunakan. Seperti di tulisan ini. Kalau tanpa itu sepertinya panjang banget. Dan juga perhatikan kesinambungan antar paragraf.

Penutup. Biasanya saya menuliskan tentang kesimpulan dan juga CTA yang saya inginkan dari blog post. Mengedit post lama memungkinkan saya menerapkan apa yang dituliskan mbak Carra dalam blogpostnya tentang CTA ini.

6. Berikan Disclaimer Updates

Yang ini juga cukup penting untuk dilakukan setiap melakukan update post lama atau mengedit post lama.

Seperti memasukkan [Update] di judul misalnya. Ataupun menyatakan bahwa post ini adalah post yang sudah dipublish per tanggal xxx dan kemudian diupdate di bagian YYY untuk memberikan informasi terbaru.

Hal ini juga bermanfaat dan memudahkan pembaca. Mereka bisa mengetahui mana bagian yang sudah diupdate. PS: Disclaimer di sini beda dengan Disclaimer page untuk endorsement ya…. 

7. Capture dan Pantau

O iya… satu lagi. Untuk mengetahui apakah mengedit post lama itu berpengaruh pada traffic, jangan lupa untuk capture dan pantau. Capture statistik sebelum tulisan lama kamu diedit atau update. Kemudian pantau terus di Google Analytics kamu.

Kesimpulan

Mengedit post lama itu bukanlah hal baru yang dilakukan oleh pro blogger luar negeri sana. Banyak yang sudah menerapkannya dan membuktikannya. Bahwa dengan mengedit post lama, kita bisa mendapatkan banyak manfaat seperti traffic blog baru dan juga engagement yang lebih.

Namun dalam melakukan edit atau update post lama, gak boleh sembarangan. Ada yang harus dihindari oleh kita, seperti mengganti URL atau permalink post. Dan juga mengedit post lama itu harus pintar-pintar memilah mana post yang perlu diedit mana yang tidak.

Dengan mengedit post lama seperti ini, kamu juga gak perlu takut kehabisan tulisan baru kan? Hahaha. Saya pribadi lebih memilih mengedit dan update tulisan lama daripada membuat post baru yang hanya secuil informasinya setiap hari. Kan capek kalau nulis tiap hari tapi traffic gak seperti yang diharapkan.

Kalau kamu sendiri… apa pernah mengedit post lama atau update post lama kamu? Kalau iya, apakah ada efeknya? Dan gimana cara kamu mengedit post lama kamu?

20 Comments

Tinggalkan Balasan